ANALISIS PERUBAHAN TATA GUNA LAHAN DAN POTENSI BAHAYA BANJIR DI KECAMATAN SUKARAME KOTA BANDAR LAMPUNG BERDASARKAN DATA MAPBIOMAS DAN INARISK BNPB
DOI:
https://doi.org/10.23960/rekrjits.v30i2.158Keywords:
tata guna lahan, banjir, kawasan terbangun, limpasan permukaan, Kecamatan SukarameAbstract
Perkembangan kawasan perkotaan yang pesat menyebabkan terjadinya perubahan tata guna lahan yang berdampak terhadap meningkatnya potensi banjir. Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung merupakan salah satu wilayah yang mengalami perkembangan kawasan terbangun cukup signifikan akibat pertumbuhan permukiman, pendidikan, perdagangan, dan infrastruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan tata guna lahan terhadap kejadian banjir di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data tutupan lahan tahun 2000–2024 dari MapBiomas, data bahaya banjir dari InaRisk BNPB, serta data curah hujan dari BMKG dan BPS. Analisis dilakukan dengan membandingkan perubahan luas tutupan lahan dan mendeskripsikan hubungannya terhadap kondisi bahaya banjir di wilayah penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas kawasan non-vegetasi meningkat dari 797 ha pada tahun 2000 menjadi 937 ha pada tahun 2024. Sementara itu, luas lahan pertanian menurun dari 253 ha menjadi 126 ha dan area vegetasi alami non-hutan menurun dari 16 ha menjadi 6 ha. Perubahan tersebut menyebabkan berkurangnya area resapan air dan meningkatkan limpasan permukaan (runoff) ketika hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Berdasarkan data InaRisk BNPB, Kecamatan Sukarame termasuk wilayah dengan tingkat bahaya banjir sedang hingga tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa perubahan tata guna lahan memiliki pengaruh terhadap meningkatnya potensi banjir di Kecamatan Sukarame Kota Bandar Lampung.
Downloads
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
