Pengaruh Penambahan Styrofoam Pada Kubus Bata Ringan CLC Terhadap Kuat Tekan Dan Daya Apung
DOI:
https://doi.org/10.23960/rekrjits.v29i3.129Keywords:
Bata Ringan, CLC, Kuat Tekan, Daya Apung, StyrofoamAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan styrofoam terhadap sifat fisik dan mekanik pada bata ringan tipe cellular lightweight concrete. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan material bangunan yang ringan, ramah lingkungan, dan memiliki daya apung tinggi, khususnya untuk konstruksi seperti dermaga apung. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan variasi volume styrofoam berbentuk kubus berukuran 5x5x5 cm, 7,5x7,5x7,5 cm, dan 10x10x10 cm, yang setara dengan persentase 0%, 3,70%, 12,5%, dan 29,62% dari total volume bata ringan. Setiap variasi diuji untuk mengetahui kuat tekan serta daya apungnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi persentase styrofoam, berat jenis bata ringan menurun, yaitu dari 928,19 kg/m³ menjadi 551,11 kg/m³. Daya apung meningkat dari 13,5 N menjadi 18,0 N. Namun, kuat tekan mengalami penurunan signifikan dari 3,71 MPa menjadi 0,95 MPa. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan styrofoam terbukti mampu mengurangi berat dan meningkatkan daya apung bata ringan, namun menurunkan kekuatan tekan. Komposisi optimal terdapat pada penambahan 12,5%, karena mampu memberikan keseimbangan antara bobot ringan, kemampuan mengapung, dan kekuatan struktural yang masih dapat diterima.
Downloads
References
Sholeh, M. N., Wibowo, M. A., & Sari, U. C. (2020). Pengukuran kinerja rantai pasok konstruksi berkelanjutan dengan pendekatan model Supply Chain Operations Reference (SCOR) 12.0. Jurnal Vokasi Indonesia, 8(2), 114–119.
Cabane, A., Pelà, L., & Roca, P. (2022). Anisotropy and compressive strength evaluation of solid fired clay bricks by testing small specimens. Construction and Building Materials, 344. https://doi.org/10.1016/j.conbuildmat.2022.128252.
SNI 8640-2018. (2018). Spesifikasi bata ringan untuk pasangan dinding. Badan Standardisasi Nasional
Rafik, A., Humaidi, M., and Cahyani, R. F. Pengaruh Penggunaan Bata Merah Dan Bata Ringan Terhadap Dimensi Pondasi dan Harga Rumah Tipe 54, J.INTEKNA Inf. Tek. dan Niaga. Vol. 18, No. 1, Hal 548.
Efendi, M. R. D. (2019). Studi eksperimental sifat mekanik bata ringan Cellular Lightweight Concrete metode displacement control. Universitas Riau.
Bella, B. R. A., Pah, J. J. S., & Ratu, A. G. (2017). Perbandingan persentase penambahan fly ash terhadap kuat tekan bata ringan jenis CLC. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 6(2), 199–204.
Susanta, G. (2009). Panduan lengkap membangun rumah bertingkat. Griya Kreasi. Jakarta
Oktavianita, Y., Syamsudin, R., & Zacoeb, A. 2018. Perbandingan Kuat Tekan dan Tegangan Regangan Bata Beton Ringan Dengan Penambahan Mineral Alami Zeolit Alam Bergradasi Tertentu Dengan dan Tanpa Perawatan Khusus. Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Universitaas Brawijaya. Vol. 1, No.3, Hal 02-27
Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif. Alfabeta. Bandung.
Suryani, N., dan Munasir. 2015. Fabrikasi bata ringan tipe celluler lightweight concrete dengan bahan dasar pasir vulkanik gunung kelud sebagai pengganti fly ash. Jurnal Inovasi Fisika Indonesia. Vol. 04, No. 03, Hal 106–111.
SNI 03-2495-1991. (1991). Pedoman tata cara penentuan campuran beton normal dengan semen OPC, PPC dan PCC. Badan Standardisasi Nasional.
Halliday, D., dan Resnick, R. 1978. Fisika (Edisi ketiga, Jilid 1, Terjemahan Pantur Silaban). Erlangga. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
