Model Hubungan Laju Sedimen Melayang Dan Indikator Biota Perairan Sungai

Penulis

  • Novindio Dwi Arnanda Putra Mahasiswa Magister Teknik Sipil Universitas Lampung
  • Endro Prasetyo Wahono Universitas Lampung
  • Ahmad Zakaria Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.23960/rekrjits.v25i2.21

Kata Kunci:

Ekosistem Sungai, Laju Sedimen, Biota, Kelimpahan, Keragaman

Abstrak

Pada penentuan kesehatan sungai, faktor seperti laju sedimen dasar sungai terhadap kelimpahan dan keragaman bio-indikator khususnya makroinvertebrata air merupakan salah satu faktor yang berpengaruh untuk mengetahui apakah kondisi ekosistem sungai sehat. Keberadaan dan kelimpahan beberapa jenis makrozoobenthos sebagai hewan bentik sangat dipengaruhi oleh kondisi habitatnya yaitu sedimen dasar dan kualitas air. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengidentifikasi karakteristik sedimen, (2) Menganalisis besaran laju sedimen melayang, (3) Membandingkan kualitas ekosistem kedua sungai melalui aspek bio-indikator dan (4) Menganalisis hubungan antara laju sedimen melayang terhadap keragaman dan kelimpahan makroinvertebrata di ekosistem sungai. Lokasi penelitian ini terletak di sungai Ci Pampangan dan Ci Durian kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung yang
membentang sepanjang wilayah hutan lindung Taman Hutan Raya (Pesawaran) hingga Batu Putu kota Bandar Lampung. Pengambilan sampel meliputi terbagi menjadi 3 yaitu sampel debit air, Total Suspended Solid (TSS) dan sampling makroinvertebrata. Secara keseluruhan sungai Ci Durian memiliki kualitas sungai yang lebih baik daripada sungai Ci Pampangan. Hal ini ditunjukkan dengan nilai laju sedimen di sungai Ci Durian yang cenderung lebih stabil per harinya meskipun terjadi perubahan kondisi cuaca. Akibatnya nilai kelimpahan dan keragaman biota di sungai Ci Durian lebih tinggi dibandingkan sungai Ci Pampangan.

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Rosenberg, D.M., McCully, P., Pringle, C.M.: Global-scale environmental effects of hydrological alterations: Introduction. BioScience, 50, 9, 2000, 746-751.

Baron, J.S., Poff, N.L., Angermeier, P.L., Dahm, C.N., Gleick, P.H., Hairston Jr, N.G., Jackson, R.B., Johnston, C.A., Richter, B.D., Steinman, A.D.: Meeting ecological and societal needs for freshwater. Ecological Applications,12, 5, 2002, 1247-1260.

Wolff, G.: The risks and benefits of globalization and privatization of fresh water. In Challenges of the New Water Policies for the XXI Century: Proceedings of the Seminar on Challenges of the New Water Policies for the 21st Century, Valencia, 29-31 October 2002, CRC Press, 2004, 49.

Friedman, G.M., Sanders, J.E.: Principles of sedimentology. New York: Wiley. 1978.

Suroso, S., Anwar, M.R., Rahmanto, M.C.: Studi pengaruh sedimentasi kali Brantas terhadap kapasitas dan usia rencana waduk Sutami Malang. Rekayasa Sipil, 1, 1, 2012, 33-42.

Soewarno, S.: Hidrologi pengukuran dan pengolahan data aliran sungai (Hidrometri). Bandung, Nova, 1991. 825.

Kuba, M.S.S., Suryana, I., Lisnawati, L.: Studi pengaruh bangunan consolidation dam CD 1-1 terhadap laju sedimentasi di sungai Jeneberang. Teknik Hidro, 12, 1, 2019, 54-64.

Rahayu, S., Widodo, R.H., van Noordwijk, M., Suryadi, I., Verbist, B.: Monitoring air di daerah aliran sungai. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre - Southeast Asia Regional Office, 2009,104.

Syamsurisal.: Studi beberapa indeks komunitas makrozoo-benthos di hutan mangrove Kelurahan Coppo Kabupaten Barru. Skripsi. Universitas Hasanuddin, Makassar. 2011.

Sastrawijaya, T.: Pencemaran lingkungan. Jakarta, PT. Rineka Cipta. 1991, 317.

El-Khatib, A. A.: The ecological significance of allelopathy in the community organization of Alhagi graecorum Boiss. Biologia Plantarum, 43, 3, 2000, 427-431.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2021-08-01

Cara Mengutip

Dwi Arnanda Putra, N., Wahono, E. P., & Zakaria, A. . (2021). Model Hubungan Laju Sedimen Melayang Dan Indikator Biota Perairan Sungai. REKAYASA: Jurnal Ilmiah Fakultas Teknik Universitas Lampung, 25(2), 50–54. https://doi.org/10.23960/rekrjits.v25i2.21

Terbitan

Bagian

Articles